Tolak Labelisasi Teroris di Bima, Para Tokoh Gelar FGD

Kota Bima – Halo Bima. Sejumlah tokoh agama dari berbagai Ormas Islam di Kota Bima, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di aula FKUB Kementrian Agama Kota Bima.

Dalam gelaran kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa (14/04) setelah Sholat Ashar dan diinisiasi oleh Lembaga Bina Damai Resolusi Agama (Lembidara) Kota Bima tersebut, memghadirkan tiga orang Narasumber yang terdiri dari Ustadz Askin, Ketua FUI Kota Bima, Sudirman H Makka, Pengamat Terorisme Bima, dan Ustadz Mahmud dari FKUB Kota Bima.

Dalam pemaparannya, Ustadz Asikin, FUI, menyampaikan bahwa, Pemerintah dan Ormas Islam harus hadir untuk memberikan counter opini yang dilabelkan melalui media nasional, bahwa Bima ini bukan sarang teroris. Terlebih lagi ketika opini itu sudah mengarahkan terorisme bersumber dari ajaran agama tertentu.

“Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan terorisme dan Bima bukan sarang terorisme. Kalaupun ada itu adalah oknum. Sama seperti yang ada di daerah lain”, tegas Asikin.

Senada dengan Ustadz Asikin, Sudirman H Makka dalam kapasitasnya sebagai pengamat terorisme, menggambarkan terorisme sebagai sebuah aksi individu atau kelompok yang sama sekali tidak terkait dengan wilayah atau agama apapun.

Begitupun dengan Ustadz Mahmud, yang lebih mengedapankan perkuat ukhuwah islamiyah dan toleransi sebagai perwujudan islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak tiga orang peserta FGD diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Ustadz Dopu sebagai perwakilan PD Muhammadiyah Kota Bima, menyoroti tidak adanya suara dari ormas islam yang ada di Kota Bima ketika ada penangkapan dan pemberitaan aksi terorisme yang dikaitkan dengan Bima. “Harusnya kita sebagai ormas islam yang ada di Kota Bima ini bersikap”, ajaknya.

Begitupun dengan Ustadz Gunawan dari Jamaah Anshorut Tauhid, menyoroti pemberitaan media yang sepihak dan terlalu menyudutkan kelompok tertentu tanpa ada upaya klarifikasi dan mencari sumber pembanding hingga apa yang diberitakan itu bisa berimbang.

“Inikan terlihat sekali bahwa pemberitaan media masa terutama media nasional itu terlihat tendensius dan menyumbang image buruk bagi kita semua”, ujar Gunawan.

Diakhir kegiatan, Lembidara mengajak seluruh peserta FGD untuk mendeklarasikan Bima damai dengan tetap sama sama menjaga kondusifitas daerah melalui dakwah yang menyejukkan tanpa provokasi dan adudomba.

“Jadi kami dari Lembidara sendiri menginginkan agar pada bulan Ramadhan ini dan kedepannya, tidak ada lagi dakwah yang menyinggung tentang politik, dakwah yang mempermasalahakn lambang negara dan dasar negara serta dakwah dakwah lain yang memecah belah ummat dan NKRI” pungkas Ustadz H Eka Iskandar di akhir acara.

*Ihsan Iskandar

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *