Darurat Narkoba, KNPI Soromandi Minta Personel Polres Bima Tes Urine

Bima. Darurat narkoba yang merata nyaris di seluruh Indonesia, terlebih di wilayah Bima dan sekitarnya, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama bagi semua pihak. Mulai dari pribadi, orang tua, orang sekitar hingga pemerintah terlebih stakeholder yang berwenang.

Demikian dikatakan Ketua PK KNPI Soromandi, Suryadin, S.Pdi pada media ini melalui via telpon, Jum’at (9/7/2021). Pihaknya mengusulkan agar BNNK Bima melakukan tes urine bagi para personel Polres Bima.

“Semoga diiyakan, tes urine ini sangat penting dan diwajibkan apalagi pada personel Polri,” terang Pena Bumi sapaan akrab Ketua PK KNPI Soromandi ini.

Usulan itu juga sebutnya, sesuai dengan Instruksi Presiden atau Inpress yang dikeluarkan beberapa waktu yang lalu dan sudah direalisasikan oleh sejumlah daerah di Indonesia.

Karena sesuai data yang dipegang pihaknya, selama beberapa tahun belakangan ini, pengguna dan pengedar narkoba meningkat dan kerap kali tertangkap. Sementara bandarnya jarang sekali yang ditangkap. Ia menduga ada oknum anggota yang ikut terlibat dalam penyalahgunaan bahkan edarkan barang haram alias bandar narkoba.

“Perlu secara internal, pak Kapolres juga lakukan evaluasi secara rutin anggotanya. Baik yang bertugas di Mako Polres maupun ditiap Polsek Wilayah Hukum Polres Bima. Jangan hanya jago bersihkan pemakai di luar Intitusi. Tapi harus dideteksi dengan baik pemakai didalam tubuh institusi,” tegas Pena Bumi.

Lanjutnya, tidak hanya di Polres Bima saja, Intitusi Pemerintah dibawah kendali Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, harus membuka diri dan mengundang BNNK Bima untuk melakukan tes urin untuk seluruh perangkat birokrasi. Mulai dari pejabat penting hingga ASN di lingkup Pemkab Bima.

“Dugaan, penggunaan narkoba sudah masuk di area Pemerintah. Dibuktikan dengan beberapa tahun lalu, viralnya oknum ASN R yang terciduk sedang pesta sabu,” papar Pena Bumi.

Begitupun, Pemerintah Desa jangan berdiam diri. Harus ada langkah pencegahan, maksudnya bentuk relawan pencegahan narkoba di masing-masing Dusun dengan melibatkan RT/RW serta pemuda.

“Nanti mereka ini menjadi kelompok yang menyampaikan informasi jika ada peredaran barang haram di masing-masing Desa,” imbuhnya.

Disamping itu juga ia berharap agar pihak BNNK Bima terus melakukan sosialisasi hingga ke Desa-Desa dengan mengundang pihak-pihak yang berkompeten untuk melakukan sosialisasi bahaya narkotika pada generasi muda.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *